
aku dan spenpoul
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer


“Malin Kundang”
Disebuah desa bernama “suka Maju-Mundur”hiduplah seorang pemuda yg bernama Malin. Ia hidup bersama ibunya, sedangkan ayahnya telah lama meninggal dunia karena keracunan susu. Suatu hari Malin menyampaikan keinginannya kepada ibunya untuk pergi merantau ke
quote:
Malin : “bu, saya mau pergi merantau ke
pekerjaan demi menghidupi ibu dan istri saya.”
Ibu : “kau yakin nak? Mencari pekerjaan di
pekerjaan di desa kita ini”
Malin : “saya yakin bu, tolong izinkan saya ya . . “
Ibu : “baiklah kalau itu keinginan mu . . “
Malam harinya Malin minta izin kepada istrinya untuk mencari pekerjaan ke
Malin : “sayang, kakak minta izin yach mau mencari pekerjaan ke
Desty : “hati-hati ya yang, kalau sudah disana jgn lah kakkak melupakan aku dan ibu ya . . “
Malin : “pastI sayang. . “
Besok paginya berangkatlah Malin kekota demi mencari pekerjaan . . . .
Kantor demi kantor ia datangi, tapi hasilnya nihil . . .
Sampai suatu ketika melihat seorang wanita cantik sedang berjalan di pasar . . tiba-tiba tas sang wanita tersebut dijambret oleh seorang lelaki . . .
quote:
Cahaya : “tolong, copet !!!!! copet !!!!!!”
Akhirnya Malin berhasil menangkap pencopet itu dan menghakiminya . . .
quote:
Pencopet : “ampun bang, ampun . . . “
Malin : “ kurang ajar kau, berani nya hanya dengan perempuan !!”
Pencopet : “ampun bang . . ampun !”
Malin : “ikut saya kekantor polisi !”
Dengan kondisi wajah yg sudah tidak berbentuk lagi, sang pencopet diantarkan oleh Malin ke kantor polisi untuk mendapat proses hukum selanjutnya.
Cahaya : “terimakasih ya sudah mau menolong saya, untuk mengungkapkan rasa
terimakasih maukah anda kerumah saya dulu . . ?”
Malin : “ten . . tentu nona”
Cahaya : “jgn panggil nona, panggil aja nama saya, cahaya”
Singkatnya, Malin tiba dirumah cahaya dan kemudian berkenalan dengan sang ayah. Semenjak kejadian itu Malin diangkat sebagai karyawan dan menjadi akrab dengan cahaya. Kemana-mana selalu berdua. Saking akrabnya sampai-sampai Malin tidak ingat lagi dengan ibu bahkan istrinya dikampung dan terlibat dengan yang namanya Cinta Lokasi. Kemudian mereka menikah.
Setalah menikah dengan cahaya Malin bekerja diperusahaan mertuanya sebagai presiden direktur. Kebetulan perusahaan yang dipimpin Malin akan membuka cabang di desa “suka maju-mundur”. Mendengar kabar itu sang ibu dan istri pertama Malin pun merasa senang sekali. Kabar Malin menjadi kaya sudah terbesar didesa nya, namun tidak ada yang tahu kalau Malin beristri lagi.
Hari yang ditunggu sang ibu dan istri pertama Malin pun tiba. Sebuah mobil putih All New CRV keluaran terakhir parkir didepan rumah kepala desa . sang ibu dan istri nya pun langsung bergegas kerumah kepala desa.
quote:
Ibu : “Malin, Malin anakku , untung kau sudah kembali. Ibu sangat merindukanmu”
Winda : “sayang, lama sekali kamu tidak pulang, kami sangat rindu . . “
Cahaya : “hei siapa kamu, beraninya memanggil sayang ke suami ku..”
Desty : “apa maksud mu? Malin itu suami ku.”
Karena malu dan takut ketahuan Malin pun berbohong . . .
quote:
Malin : “mereka bohong, ! istriku itu Cuma cahaya”
Kepala desa : “Malin ! apa yang kamu katakana !! Desty itu istrimu !”
Ibu : “benar Malin, dia istrimu . . “
Malin : “diam kau nenek tua, peyot !!!”
Kepala desa : “jaga mulutmu Malin !!! biar peyote-peyot begini dia itu ibu mu. . ibu yg sudah melahirkan dan membesarkan kamu !!!”
Malin : “ibu ku jauh lebih cantik dan seksi daripada kamu, dan ia sudah lama meninggal
!!!”
Kemudian sang ibu dan istrinyapun pulang sambil menangis, tapi pak kepala desa mengejarnya.
quote:
Kepala desa : “maaf
Ibu : “dia memang anak durhaka ! pak tolong berikan minuman ini kepada Malin”
Kepala desa : “minuman apa ini?”
Desty : “sudahlah berikan saja . . saya mohon . . “
Setelah itu pak kepala desa pun langsung kembali kerumah. Dan kebetulan Malin beserta istrinya bersiap-siap mau berangkat kekota karena survey nya sudah selesai.
quote:
Kepala desa : “pak-bu, ini sekedar oleh-oleh untuk diperjalanan”
Cahaya : “terima kasih ya . . . . . “
Malin dan istrinya pun langsung berangkat. Diperjalan ia dan istrinya meminum oleh-oleh dari kepala desa. Tiba-tiba saja langit menjadi gelap, Malin dan istrinya menjadi kejang dan mengeras berubah menjadi batu sampai sekarang!
70 tahun setalah itu para ilmuwan di Univeritas Oxford baru-baru ini telah memecahkan misteri batu Malinkundang tersebut. Sekian lama batu yg menyerupai sosok tokoh Malin Kundang tersebut, diyakini merupakan kutukan sang ibu.
Namun para ahli sekarang telah mengetahui bahwa sebenarnya Malin telah meminum formula canggih khas resep
Pada label botol tersebut tertulis dengan jelas "FOR: Malin" yang artinya "untuk Malin". Penduduk sekitarnya dan rakyat Indonesia pada umumnya biasa menyebut "formalin" yaitu sebuah resep rahasia nenek moyang yang biasa digunakan untuk mengawetkan mayat, namun karena kenaikan harga BBM dan krisis yang berkepanjangan, formalin saat ini lazim dipakai untuk mengawetkan tahu, ikan asin, bakso, mie basah dan tentu saja... Mayat, seperti dapat terlihat pada batu Malin Kundang yang masih tetap awet sampai sekarang dan menjadi legenda sebagai simbol anak yang durhaka pada ibunya.
Template Copy by Blogger Templates | BERITA_wongANteng |MASTER SEO |FREE BLOG TEMPLATES